Tampilkan postingan dengan label Corrosion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Corrosion. Tampilkan semua postingan

Rabu, September 10, 2008

Tank coating

Peralatan yang dipakai untuk tank cleaning adalah automatic cleaning machines (gunclean, butterworth, gamjet,dsb), pumps/compressors, ventilators (blower dan ejectors), airline respirators dan protective clothing untuk finalisasi handwashing atau mucking tank tsb. Jenis aplikasi tank cleaning adalah tidak sama dan tergantung dari type vessel/barge-nya seperti tank vessel, passenger vessel, cargo/misc vessel, dsb. Untuk menghindari catastrophic explosions, tank cleaning untuk barges umumnya dilakukan di port facilities, sedangkan untuk vessel/ships dilaksanakan di laut dengan approval/sertifikasi marine chemist (NFPA 306). Final cleaning biasanya dilaksanakan secara manual (mucking), setelah tank dibersihkan secara mekanis dengan automatic cleaning machines.

Selasa, September 09, 2008

Penyebab pit corrosion di stainless Steel

Piting corrosion terjadi umumnya karena adanya local discontinuity dari lapisan pasivasi. Penyebabnya bisa karena mechanical defect, inklusi permukaan, atau pun karena chemical attack (spt keberadaan chloride atau golongan halide lain, & konsentrasi asam spt HCl,H2SO4). Beberapa microorganism spt SRB juga diketahui sebagai penyebab pitting. Pitting corrosion ini dianggap berbahaya, karena susah dideteksi & diprediksi laju severity-nya. Pada daerah pit (sumuran), biasanya terjadi konsentrasi chemical aggressive (Cl tinggi atau pH rendah- konsentrasi asam), sehingga Kecepatan penetrasi-nya bisa mencapai 10 - 100 kali general/ uniform corrosion.

Senin, September 08, 2008

PITTING CORROSION (KOROSI SUMURAN)

Secara letak terjadinya, korosi terbagi atas korosi lokal (pitting) dan korosi menyeluruh (general). Seperti halnya korosi pada umumnya, pitting juga terjadi jika ada beda potensial antara dua permukaan yang menyebabkan terjadinya perpindahan ion melalui suatu elektrolit. (Syarat terjadinya korosi kan ada beda potensial anodik/katodik dan ada elektrolit yang memungkinkan terjadinya pertukaran elektron). Bedanya, dalam kasus pitting, dua permukaan yang berbeda potensial ini saling bertumpukan pada lokasi yang sangat sempit sehingga korosi terjadi terus menerus dan lama-kelamaan bisa menyebabkan logam bolong.

Minggu, September 07, 2008

Wall Thickness and Corrosion Allowance (CA)

Untuk penentuan Ca ini biasanya bisa dilakukan pendekatan dengan 2 cara : 1. pendekatan design life, pertama yang harus diketahui adalah corrosion rate masing2 equipment thd lingkungan dan beban operasinya, biasanya satuannya adalah (mm/year) adalah metal loss yg terjadi (mm) selama setahun (yr), kalo dah ketemu kalikan saja dengan design life equipment, misal: ketemu corrosion ratenya 0.075mm/year, jika kita mendesign equipment atau pipeline misalnya beroperasi selama 20 tahun maka Ca=Corr.rate x Dsgn.Life (0.075x20=1.5mm), jadi Ca=1.5mm ; 2. yang kedua adalah pendekatan dengan Codes/standard atau project specs (inipun sebenarnya didapatkan dari record ribuan bahkan jutaan pengalaman lapangan pada kasus serupa, dan verifikasi perhitungan lab tentunya), misal: untuk pipa offshore bisa merujuk di DNV F101 atau ANSI B31.8, dll

Selasa, September 02, 2008

Corrosion Inhibitor (CI)

CI water base itu menurut fungsinya akan emberikan lapisan film yang tipis sehingga reaksi anodik-katodik pada ermukaan pipa akibat adanya fluida yang lewat diatasnya tidak akan erjadi karena prinsip anodik-katodik berkurang satu faktor, yaitu tidak da electrical connection. Kalo termasuk group yang mana silahkan baca eferensi yang salah satunya dari Pierre R.Roberge, Handbook of orrosion Engineering, McGraw-Hill, 2000.

Untuk ER probe, yang merupakan kepanjangan dari Electrical Resistance robe, prinsipnya adalah memberikan input-an apabila sensornya terkorosi ehingga akan meningkatkan resistansinya (R=rho*(L/A)) tetapi produsen robe ini menggunakan istilah division untuk menunjukkan berapa besar ire sensornya terkorosi. Division ini kemudian di-konvert menjadi metal oss yang pada akhirnya diolah oleh software (disediakan oleh anufacturer juga!) menjadi corrosion rate. Bisa dilihat di website2 ara manufacturer seperti Cormon, Rohrback Cosasco, Metal Samples, atau ang lokal seperti Korosi Specindo.

Yang terakhir mengenai nilai -0.12 mpy...karena pembacaan pada probe erupa division, maka kadang pembacaan akan naik-turun. Dan apabila embacaan division sebelumnya besar dan sedikit demi-sedikit mengecil, aka akan terbentuk gradien negatif yang oleh sebagian praktisi korosi ukan dianggap failure to read tapi salah satunya adalah menunjukkan eefektifitasan dari CI yang digunakan...Kalo saya sendiri cenderung percaya pada rule of thumb yang diatas tetapi tidak serta merta mengambil kesimpulan tingkat korosifitasnya menurun. Oleh karenanya, probe biasa dipasangkan dengan coupon agar corrosion rate-nya bias diperbandingkan dan dapat juga diketahui jenis korosi yang terjadi.

Metode Menentukan Nilai Corrotion Rate (CR)

Metode yang umum dipakai untuk mendapatkan nilai Corrotion Rate (CR) diantaranya ,

~Mengunakan corrosion coupon yang dipasang dalam suatu system yang terkorosi dalam waktu tertentu kemudian dicabut secara hati2,dibersihkan dan ditimbang sebelum dan sesudah dibawa keluar system. Dari selisih berat yang hilang itu dapat diketahui corrosion rate. Metode ini yang umum digunakan untuk mendapatkan nilai corrosion rate.
~Mengunakan UT dengan mengukur thickness suatu material /pipe dimana dilakukan pengukuran pada point yang critical disuatu tempat yang sama. Dari selisih thickness awal dan thikness akhir yang hilang dapat kita ketahui corrosion rate pada system tsb.
~Teknik Electrical,pada metode ini banyak sekali model dan type yang digunakan untuk mengukur corrosion rate pada suatu system diantaranya ERP (Electrical Resistance Probe) atau sering juga disebut sebagai coupon listrik/corrosometer. Dimana Probe (alat pemeriksa,berupa intrument hambatan listrik) dipasang disuatu system yang terkorosi dan telah terjadi penyesuaian sesuai dengan yang
diperhitungkan hingga mencapai titik ekuilibrium dangan lingkungan sekitarnya diantaranya suhu dan kondisi permukaan. Pada waktu yang telah mencapai penyesuaian,intrument akan membaca perubahan hambatan dan menkonversikan besarnya kehilangan logam dengan menghitung kenaikan hambatan pada probe dalam setahun dengan mengunakan factor pengkonversi dan rumus yang dibuat oleh masing2 pabrik. Metode ini masih banyak lagi diantaranya Linear Polarization,Galvanic Probe, dll.
~Teknik Kimia dengan metode Dissolved Iron (besi terlarut) yang mengukur dan mengontrol secara efektif korosi dengan menghitung kandungan besi pada fluida. Mulai dari pengambilan sampling,analisa dan evaluasi ,data yang diambil harus benar2 dijaga dari endapan/benda2 lain agar tidak terkontaminasi, karena sangat penting dalam memberikan keakuran data supaya dalam melakukan evaluasi dari sampling tsb diperoleh data yang akurat.